Banner 468 x 60px

 

Minggu, 02 November 2008

Berhenti Pada Masa Yang Sama

0 komentar
ANDAI KAU UNTUKKU
Selintas sedih datang
dan aku tidak tahu dari arah mana

Sepanjang kaki melangkah
berat untuk kukandung
Ternyata tentangmu tak sirna
walau kubunuh dengan bohong

Terlalu dalam adanya cinta
tersuratkah semua dalam satu hidup
Kalam satu nafas yang mentafsir selamanya
takkan menggungkap betapa ada kamu dalam aku


Walau tak ada sua yang bisa kusentuh jemarimu
nian kudakapmu pada setiap kelip mataku
sesarat aku merindukanmu
selara itu juga aku tetap menunggu

walau ada degupan hati yang kau dengar
ianya takkan berdetak dan berhenti
pada masa yang sama.
print this page Print this page

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar