Banner 468 x 60px

 

Minggu, 02 November 2008

Satu Hari Untuk Selamanya

0 komentar
Sabtu, 1 November 2008.

Satu paket pertemuan dan perjalanan ini kusebut “ Satu Hari Untuk selamanya “. Bagimu, bagiku, juga keluargamu. Panas terik hari itu tidak menyurutkan langkahku untuk merasakan moment yang menurutku penting.
Ragu untuk pergi sempat terbesit, tapi… bagaimana bisa aku tau akhir ceritanya jika aku tidak mendengarkan penggalan cerita yang tak terselesaikan.
Cerita ini berawal di 2002 dan akan segera kuakhiri di 2008 ini. Tepatnya berakhir tanpa tak tau aku harus berbuat apa.
Sebenarnya bodohnya aku beberapa bulan ini, merasakan sesuatu tapi tidak mendengarkan nuraniku. Nuraniku berteriak tapi kuacuhkan.
Sabtu itu sekujur tubuhku mati, semua bercampur aduk, entah harus apa…
Aku coba menegakkan kepalaku tanpa menunjukkan badai yang hebat dihatiku.


Sabtu itu aku bisa merasakan genggamanmu yang erat tak seperti biasanya,
senyummu yang ingin menunjukkan ketegaranmu.
Sabtu itu kuacuhkan semua orang disekitarku,
aku hanya ingin mengulang dan merasakan yang pernah kau lakukan untukku,
hidungmu yang menyentuh hidungku berulang-ulang, kita biasanya menyebut ini droopy,
Tanganmu yang meraba raut mukaku, sampai kini aku masih bisa merasakan rabaanmu.
Suapanmu, secuil ayam dan nasi untukku sebenarnya tak dapat kutelan, tapi aku hanya ingin tau perhatianmu hari itu.
Berputar-putar tak jelas kemarin menyurutkan niat untuk berjalan – jalan.
Kerumahmu adalah waktu yang tepat walaupun tak seharusnya.
Kondisi yang lengkap, riang dan nyaman masih bisa aku rasakan, walau di beberapa wajah terlihat sedih menatapku. Kucoba menguatkan hati, aku tak mau mereka melihat air mataku.
Mungkin berkumpulnya aku dan keluargamu hari itu adalah yang terakhir.
Tapi sayang aku untuk keluargamu juga untuk dirimu akan selalu ada.
Makasih untuk pelukan hangatnya tubuhmu disaat aku merasa sekujur tubuhku dingin mati rasa.
Pelukan itu menjawab semuanya untukku, kamu sayang aku…
Egois rasanya kalau aku sekarang terlalu memikirkan diriku, jalankanlah semua yang sudah terencanakan… aku ikhlas.


print this page Print this page

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar