Banner 468 x 60px

 

Kamis, 14 Maret 2013

Menikmati Pulau Pahawang, Teluk Lampung

3 komentar

Menikmati Pulau Pahawang, Teluk Lampung Akhirnya setelah terakhir nulis tentang pengalaman ke tempat yang masih jarang dikunjungi tentang Pulau Sangiang "Sejuta Pesona Pulau Sangiang" sekarang baru ada kesempatan lagi buat sharing tentang perjalanan ke beberapa pulau di Teluk Lampung. Lampung... yaa waktu itu aku wara - wiri di Lampung, setelah pernah ikut ke Taman Nasional Way Kambas bersama rekan-rekan Share Traveler, lalu ke Taman Nasional Gunung Krakatau dan Hooping Island di pulau - pulau sekitar Krakatau bersama teman - teman Backpacker Indonesia, kemudian ikutan Touring dari Bandar Lampung ke Kiluan bersama teman-teman Backpacker Community Lampung. Waktu itu aku dibuat penasaran dengan pulau-pulau yang berada di Teluk Lampung.


Semua berawal dari keisengan diri yang suka menatap google map melihat-lihat pulau-pulau apa saja di bagian utara Pulau Jawa mulai dari ujung timur sampai ujung barat. Yaa paling ujung timur masih ada Kangean dan Pulau Bawean yang ternyata cukup butuh waktu yang lama kalau harus berkunjung ke sana. Kangean yang harus melintasi Madura terlebih dahulu baru ke Kangean, dan kalau ke Pulau Bawean melalui pelabuhan di Gresik . Susur susur Google Map sampailah ke sisi yang paling barat dan cursor mouse pun malah mengarah dan ngezoom ujung Pulau Sumatera. Yap.... Ternyata banyak pulau di sana.. setelah nyari tau dari berbagai peta dan informasi mengenai lokasi , aku mengemas informasi petanya menjadi seperti ini. (Jika ada kesalahan mohon di infokan ya... biar bisa saya perbaiki).

Setelah mendapatkan nama dari pulau - pulau yang terdapat di teluk Lampung ini, saya pun mulai melanjutkan mencari informasi detail setiap pulau tersebut dan ternyata sangat sedikit sekali informasinya. Dengan bermodal yang telah didapat lalu lihat kalender akhirnya ada libur kejepit di bulan Mei yang lalu. Ya... 16 Mei - 21 Mei 2012 mau sedikit nekat melakukan petualangan di Teluk Lampung. Sebelum tanggal kepergian sempat share plan di status Facebook dan ada tiga orang yang mau ikutan nekat explore Teluk Lampung ini. Plan destinasi - rute - budget sudah dibikin walau ini saya yakin akan beda dengan hari H tapi setidaknya biar ada bayangan.

Dari pulau - pulau yang berada di teluk Lampung saya coba fokuskan ke Kabupaten Pesawaran yang terdiri atas 7 kecamatan seperti Padang Cermin, Punduh Pidada, dll. Pesawaran memiliki 37 (tiga puluh tujuh) pulau. Seperti apa penampakkannya saya ga tau saat itu tapi harapannya bisa ke semuanya tapi akan tetap realistis lihat kondisi di sana nanti. 37 pulau ini berada di teluk Lampung Selatan bagian barat. Pulau-pulau ini akan dilewati jika kita ke Kiluan, memang tidak terlihat dari jalanan karena harus nyebrang dulu menggunakan perahu.
Rabu 16 Mei 2012, sepulang kerja sekitar jam 8 malam saya dan rekan-rekan (Uchie, Vivi, dan Husni) janjian di Slipi Jaya. Karena ga begitu tau akan seperti apa trip kali ini maka barang bawaan pun lengkap menurut edisi saya. Setidaknya tenda, sleeping bag, perlengkapan snorkeling saya bawa hari itu. Kami hanya sepakat pingin fun, ga mau terlalu dipusingkan destinasi atau dikejar - kejar waktu, sedangkan untuk biayanya karena ini lebih dari dua hari jadi sebisa mungkin kami lebih cermat dalam biaya namun tetap memilih kenyamanan dan kenikmatan :D
Sampai di Pelabuhan Merak sekitar jam 12 malam dan langsung membeli karcis untuk kapal menyeberang dari Merak menuju Bakauheni. Karena masih malam kami memilih masuk ke ruang VIP. Ternyata kami tidak beruntung karena kapal yang kami naiki tidak bagus dan bahkan sudah tua, ruang VIP yang AC nya ga dingin sama sekali. Kalau gelar tikar di situ bayar lagi dan bantalan juga bayar lagi ckckckck... ternyata beda kapal beda fasilitas dan beda kenyamanannya.
Ga berasa ternyata sampai di Bakauheni subuh sekitar jam 5. Ketika kapal mau bersandar merapat ke pelabuhan Bakauheni saya sempat ngobrol dengan penumpang lain untuk nanya transportasi ke pantai Klara. Dengan baik hati mbak-mbak di sebelahku ngasih tau kalau ke Pantai Klara ada beberapa alternatif dengan angkutan umum yang akan berganti ganti sampai tiga kali via terminal Rajabasa atau bisa memilih travel dan kemudian lanjut angkutan kecil. Dia menyarankan kami untuk memilih travel yang harganya tidak terpaut jauh bahkan tegolong cepat dan nyaman.
Di luar nanti banyak yang nawarin jasa travel biasanya mereka menawarkannya dengan kata "Teluk... Teluk.." nahh travel ini yang akan kita tuju. Sesampainya di luar ternyata banyak yang nawarin dengan harga yang bervariasi... tadi ada ibu-ibu yang sedang menunggu mobil travel yang memang biasa dia naiki namanya Travel Tegas dan harganya 35 ribu. Si ibu tadipun menawari bareng saja sama saya kalau mau ke teluk nanti saya bantu arahkan kendaraan setelah dari travel ini. Emm... Travel Tegas ini mobil Avanza AC jadi cukup lumayan nyaman. Sebelumnya baca-baca untuk menuju ke teluk ini sekitar 3,5 jam, namun karena masih sangat pagi akan lebih cepat sampainya. Tepat sekitar jam 6 kami mulai menuju ke Gudang Garam (nama daerah terakhir dari travel ini).
Keluar dari pelabuhan Bakauheni saya sangat terpesona sama pemandangan pagi itu apalagi ketika tanjakan yang dekat menara Sieger. Cantik banget fajar Lampung waktu itu. Karena sudah tidur puas di kapal penyeberangan tadi, mata saya ga terpejam sama sekali ketika menuju Gudang Garam itu. Sekitar jam 8 kami sudah sampai di Gudang Garam kemudian dilanjut dengan angkot kecil menuju teluk atau ke pantai Klara. Waktu itu saya dan lainnya belum tau harus kemana dulu untuk mengakses pulau-pulau tersebut. Namun bekal informasi yang kami punya untuk ke pulau Klagian bisa melalui pantai Klara dengan perahu. Pantai Klara (Klapa rapat) ini biasa dilintasi oleh wisatawan yang akan menuju ke teluk Kiluan. Dengan ongkos dua ribu per orang angkutan ini membawa kami, masih sekitar 30 menit perjalanan. Di tengah perjalanan si Ibu yang menemani kami tadi turun dan sudah pesan ke pak supirnya untuk menurunkan kami di Klara.

Sampai di Klara sekitar jam 9 siang yuhuiiii.... Sampai di sana disambut oleh jejeran pohon kelapa serta saung-saung yang disewakan untuk pengunjung. Akhirnya kami memilih saung yang agak ke ujung sebelah kanan agar lebih tenang. Untuk menyewa saung ini kami membayar sepuluh ribu sepuasnya. Saung ukuran 2meter x 2meter menjadi tempat istirahat kami sambil menikmati pantai Klara. Nampak air laut yang tenang dengan air bergradasi biru serta nampak di kejauhan pulau Klagian. Sambil main-main air saya sempat bertanya-tanya dengan pemilik perahu yang menawarkan jasa untuk ke pulau Klagian. Untuk mencapai pulau Klagian itu butuh sekitar 15 - 20 menit dengan biaya 20 ribu per orang. Lalu saya juga sempat menanyakan informasi pulau lainnya dan ternyata untuk menuju pulau-pulau tersebut harus menggunakan perahu yang berada di pelabuhan Ketapang.

Setelah puas bermain air kami sempat makan siang di pantai itu sambil menunggu badan kering. Jajaran penjaja makanan banyak di pantai Klara namun yang menjual makanan berat yg ada nasinya tak banyak. Untungnya ada satu warung yg menjual nasi rames. Nasi putih ayam goreng sayur asem lahap kami habiskan... secara pada ga sarapan.

Selesai makan kamipun melanjutkan perjalanan kami ke dermaga Ketapang, bertanya sama petugas pantai Klara ternyata dermaga Ketapang jaraknya hanya 1 km dari pantai Klara. Hohohoooo jarak yang nanggung akhirnya kembali kami nyetop angkot yang bentuknya seperti mobil pick up namun ada penutupnya, bayar 5000 dan dikembalikan 3000 itu ongkos dari pantai Klara ke dermaga Ketapang.

Sesampainya di dermaga Ketapang kami mulai susur bertanya ke orang-orang sekitar untuk menanyakan informasi sewa perahu. Dari mulai perahu jukung sampai perahu wisata (mereka biasa menyebutnya) dengan harga yang bervariasi pula. Tak hanya satu sumber saja tapi ke beberapa pemilik perahu untuk bandingin harga serta keamanan mengingat untuk hopping island. Di depan dermaga persis ada satu kapal yg sedang sibuk menaikkan motor-motor ke atas kapal serta menaikan barang-barang serta penumpang. Sambil motret sayapun bertanya ke salah seorang bapak yang ternyata bertanggung jawab pada kapal itu. Ternyata kapal itu merupakan kapal regular yang menuju ke pulau Pahawang. Sedangkan untuk tarifnya 15 ribu per orang dan kapal bisa muat sekitar 20-25 orang kemudian biasanya dalam sehari kapal dua kali bolak balik dari dermaga Ketapang ke pulau Pahawang. Obrolan saya dengan si bapak ini berlanjut di warung nasi. "Lahh pak itu yang di kapal ga apa ditinggal? "ujar saya. Ternyata masih ada penumpang yang minta ditunggu.

Cukup lama kami di dermaga itu sekitar sejam lebih, sambil bungkus bekal untuk makan malam (buat jaga-jaga siapa tau ga ada yang jualan di pulau Pahawang) obrolan dengan si bapak berlanjut. Pak Arsali namanya, saya menjelaskan tujuan kami yaitu mengunjungi pulau Pahawang dan pulau - pulau sekitarnya. Setelah ngobrol cukup panjang sampai deal untuk menyewa kapal tersebut si bapak ini bilang kebetulan saya kepala dusunnya nanti bisa nginap di rumah saya saja, tapi seadanya ujar si bapak. Huaa kami girang banget ketemu bapak yang baik ini. Bisa diantar ke pulau Pahawang saja kami sudah senang dan sangat berterima kasih. Sekitar jam satu lebih kami naik kapal tersebut bersama penumpang lainnya, hebat di atas kapal bisa ada 6 motor. Perjalanan dari dermaga Ketapang menuju pulau Pahawang sekitar 1 jam. Ok panas yang terik ditambah angin sepoi-sepoi... dan dalam kondisi perut kenyang, ngantuklah kami.

Sekitar jam setengah tiga kami sampai di pulau yang bernama Pahawang. Pulau dengan kontur seperti bukit tinggi ini pulau yang berpenduduk. Pulau Pahawang adalah pulau yang terletak di Teluk Lampung di kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Indonesia. Sampai di dermaga pulau Pahawang ada pendopo sepertinya tempat balai pertemuan warga Pahawang. Sambil menunggu bapak Arsali menurunkan isi di kapalnya saya sempat motret anak-anak kecil yang sedang bermain di dermaga Pulau Pahawang. Kemudian kami lanjut ke rumah pak Arsali yang jarak dari dermaga hanya 50 meter, bangunan dinding bata merah tanpa cat itulah rumah saya ujar pak Arsali. Berkenalanlah kami dengan istri pak Arsali dan anaknya, cukup lama ngobrol di rumahnya ini sampai hampir setengah empat, kesan ramah dan hangat yang kami rasakan saat itu. Kemudian kami memutuskan untuk berjalan-jalan di pulau itu.

Berjalan -jalan di pulau Pahawang sore itu kami mencoba ke arah barat pulau. Hanya sekitar dua puluh rumah kami lewati dan setelahnya yang terlihat hanya kebun - kebun kopi serta hutan bakau di sisi pantainya, namun jalanan dengan lebar kurang lebih dua meter itu sudah sangat baik. "Jalan konblok ini sudah dibuat sampai memutari pulau" ujar istri pak Arsali. Setelah berjalan hampir setengah jam kok ndak menemukan apa-apa selain bapak-bapak yang sedang mencari buah kopi sebelum diambil biji di dalamnya. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali arah dan bermain di dermaga.

Suasana dermaga sore itu makin menarik... beberapa anak kecil masih dengan asyiknya main lompat - lompat dari dermaga ke laut, dan yang lebih besarnya lagi sekitar SD kelas 6 sudah pada rapi habis mandi dan menenteng sarung siap-siap untuk ke masjid. Karena masih sekitar jam 4 lewat kami memutuskan untuk snorkeling di sekitar dermaga.


Snorkeling di pulau Pahawang ini bisa dibilang lumayan bagus untuk ukuran pulau berpenduduk, tidak kotor dan karang juga masih tidak sulit dijumpai. Visibilitynya 75 persen OK sore itu , yaa mungkin karena sudah sore juga tidak ada sinar matahari yang terik. Perlengkapan snorkeling ini kami bawa sendiri, kebetulan pak Arsali punya satu life vest jadi bisa digunakan teman saya. Perlu diketahui kalau pulau-pulau di teluk Lampung ini bisa dibilang bukan tempat wisata seperti di Kepulauan Seribu jadi fasilitas masih sangat minim. Terkecuali di pulau Klagian, di situ ada penyewaan life vest walau tak banyak serta wisatawan bisa main canoeing di pulau Klagian.



Setelah puas ber snorkeling di sekitar dermaga pulau Pahawang kami kembali ke rumah Pak Arsali. Malam harinya kami makan malam bersama keluarga Pak Arsali, Sebelumnya makana ini sudah kami beli di Dermaga Ketapang siang sebelum menuju pulau Pahawang. Namun istri Pak Arsalipun sdh menyiapkan makanan juga buat kami, aduhh baik sekali keluarga ini. Makan malam ini pun makin seru ketika pak Arsali mulai bercerita tentang kehidupan di Pulau Pahawang, mulai dari kebaikan seorang dermawan (orang bule yang punya pulau pahawang kecil) sampai cerita tentang banyaknya nelayan pencari ikan yang masih suka menggunakan cara yang dilarang. "Kemarin juga ada yang baru mati karena ngebom pas nyari ikan" ujar si ibu. Kesempatan mengobrol, bertanya ini itu dengan penduduk setempat memang sangat menyenangkan buatku.

Selesai makan malam aku dan yang lainnya berjalan ke arah dermaga untuk sekedar menikmati suasana malam di pulau Pahawang. Tenang, sunyi, taburan bintang suasana di malam itu. Dengan membawa sleeping bag, tripod, kamera, kartu, dan snack, malam itu kami memutuskan untuk nongkrong di dermaga sambil main kartu. Sekitar dua jam kami berada di dermaga, karena mengantuk akhirnya kami kembali ke rumah untuk beristirahat karena besok kami akan hooping island mengelilingi beberapa pulau di teluk Lampung ini untuk bersnorkeling.

Pengeluaran yang telah dikeluarkan dalam dua hari ini :
  • Bis Jakarta - Merak AC (3-4 jam) : Rp. 17.000
  • Kapal Ferry Merak - Bakauheni (4-5 Jam) : Rp. 11.000
  • Travel Merak - Gudang Garam (Teluk) (2-3 Jam) : Rp. 35.000
  • Angkot Gudang garam - Pantai Klara (15 Menit) : Rp. 5.000
  • Makan Siang di Pantai Klara : Rp. 11.000
  • Tiket Masuk Pantai Klara : Rp. 3.000
  • Toilet Bilas habis snorkeling di Pantai Klara : Rp. 2.000
  • Sewa Saung : Rp. 5.000 ( Harganya 20.000 dibagi empat orang )
  • Angkot Pantai Klara ke dermaga ketapang (1 menit) : Rp. 1.000
  • Beli Bekal Makan Malan  dan beli minuman : Rp. 15.000
  • Perahu Nyebrang ke pulau Pahawang : Rp. 15.000 (gratis)
Total pengeluaran Rp. 105.000
Cerita lanjutannya nanti lagi ya... :D
Dokumentasi Underwater Pulau Pahawang :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150859182104005.419571.571799004&type=3
Dokumentasi Wara - wiri di teluk lampung :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150851522504005.418833.571799004&type=3
Pulau Condong :
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150856695504005.419352.571799004&type=3

Salam Flashpacker
 print this page Print this page

3 komentar:

Anonim mengatakan...

wah gan keren banget tripnya...
mau nanya lanjutannya dimana ya gan?

rudi tabuty mengatakan...

wah keren tuh

Raffa Bintang mengatakan...

Ish keren banget ya, poto poto nya minta sih mba.. :)

Poskan Komentar